Akuntansi Dan Teknologi Informasi

Pengertian
Sistem Informasi Akuntansi
Pada dasarnya informasi merupakan data yang telah diolah sedemikian rupa, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengambilan keputusan. Informasi memegang peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk mengetahui kegiatan apa yang telah terjadi dengan perusahaannya, melakukan evaluasi apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan menjamin agar data tersebut dapat diolah secara efisien menjadi informasi yang akurat, dapat dipercaya dan tepat waktu maka dalam pengolahan data tersebut diperlukan suatu alat yang dinamakan sistem informasi.
Pada dasarnya informasi merupakan data yang telah diolah sedemikian rupa, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengambilan keputusan. Informasi memegang peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk mengetahui kegiatan apa yang telah terjadi dengan perusahaannya, melakukan evaluasi apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan menjamin agar data tersebut dapat diolah secara efisien menjadi informasi yang akurat, dapat dipercaya dan tepat waktu maka dalam pengolahan data tersebut diperlukan suatu alat yang dinamakan sistem informasi.
Ada beberapa perbedaan sistem informasi yang diterapkan perusahaan. Salah satu sistem informasi yang sangat diperlukan bagi manajemen untuk mengolah data administrasi dan keuangan adalah sistem informasi akuntansi. Perbedaan tersebut sebenarnya hanya terletak pada penekanannya saja, namun pada dasarnya tetap mengandung pengertian yang sama.
Davis dan kawan-kawan, mengatakan bahwa accounting information system encompass the process and procedures by which an organization’s financial information is received, registered, recorded, handled, processed, stored, and ultimately disfosed of.
Penjelasan di atas menekankan pada proses dan prosedur pengelolaan atas informasi keuangan organisasi mulai dari penerimaan sampai dengan informasi tersebut tidak berguna lagi bagi organisasi.
Sedangkan Robert G. Murdick menyatakan bahwa The accounting information system can be defined as the set of activities of the organization responsible for preparation of financial information and the information obtained from transaction data for the purpose of ; (1) internal reporting to managers for use in planning and controlling current and future operations, and (2) external reporting to stockholders, government and other outside parties.
Pengertian
di atas jelas mengenai sistem informasi akuntansi dan dapat diambil kesimpulan
bahwa sistem informasi akuntansi mencakup proses dan prosedur pengelolaan
informasi keuangan organisasi dengan tujuan untuk pelaporan kepada pihak intern
maupun ekstern perusahaan.
Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Tujuan penyusunan sistem
informasi akuntansi adalah sama dengan tujuan penyusunan sistem akuntansi
antara lain :
a. Untuk menyediakan
informasi bagi pengelola kegiatan usaha baru.
b. Untuk memperbaiki
informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu,
Ketepatan penyajian maupun struktur informasi
c. Untuk memperbaiki
pengendalian akuntansi & pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat
keandalan (realibility) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan
lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
d. Untuk mengurangi
biaya klerikal dalam penyeleng-garaan catatan akuntansi.
Tujuan di atas dapat
dijelaskan bahwa biasanya perusahaan baru memulai usahanya sangat memerlukan
penyusunan sistem informasi akuntansi yang lengkap. Namun, adakalanya sistem
informasi akuntansi yang sudah ada tidak dapat memenuhi kebutuhan manajemen,
baik dalam hal mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasi yang
terdapat dalam laporan. Dengan memperbaiki pengawasan akuntansi dan
pengendalian intern, maka pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan
organisasi dapat dilaksanakan dengan baik.
Penggunaan Teknologi Informasi Terbaru Dalam Akuntansi
Peran
teknologi informasi dalam membantu proses akuntansi dalam
perusahaan/organisasi telah lama
berlangsung. Alasan utama penggunaan IT dalam akuntansi ialah efisiensi,
penghematan waktu dan biaya. Alasan lain termasuk peningkatan efektifitas,
mencapai hasil/output laporan keuangan dengan benar. Alasan lainnya yaitu
ditambah dengan perlindungan atas aset perusahaan.
Jika
kita gunakan ilustrasi piramida organisasi, tugas akuntansi akan berada pada
level paling bawah yaitu level operasional dan transaksional. Level ini punya ciri
khas yaitu teknis, repetitive, prosedural, standar dan juga dapat membuat
bosan. Contohnya, akuntansi yang menangani transaksi pembelian, penjualan,
pengiriman barang, pembayaran transaksi, penerimaan hasil penjualan, penyusunan
laporan. Ciri khas ini yang menjadi alasan utama mengapa teknologi informasi
sangat berkaitan erat dengan akuntansi. Bahkan, kisah hubungan ini telah
terjadi jauh-jauh hari pada saat komputer masih berbadan besar dan boros tenaga
(mainframe).
Bagaimana
dengan sekarang? saya kira masih sama. Peran TI dalam akuntansi masih penting
bahkan makin semakin penting! Kemajuan pesat TI sangat berpengaruh terhadap
perkembangan dan aplikasi ilmu akuntansi. Munculnya istilah enterprise systems,
e-business, business intelligence, conforming to assurance and compliance
standards, IT governance, business continuity management, privacy management,
business process improvement, mobile and remote computing, XBRL, dan knowledge
management menunjukkan bahwa dunia akuntansi akan semakin kompleks, tidak hanya
berkutat pada jurnal dan penyusunan laporan keuangan saja. Ini membuat dunia
akuntansi lebih menarik! Peran akuntan dapat meliputi tiga bidang: perancang,
pengguna dan pemeriksa (auditor). Dalam
ketiga peran ini, TI akan sangat berperan dalam kesuksesan kerja akuntan.
Bagi
mahasiswa akuntansi di Indonesia, patut disadari bahwa kurikulum yang ada belum
mendukung terciptanya seorang akuntan yang juga handal dibidang TI. Tentu yang
saya maksud bukan handal secara teknis (walaupun ini juga baik sekali jika
dapat disiapkan) tapi handal dalam artian paham dan mampu menggunakan TI dalam
menunjang peran seorang akuntan.
Tentu
saja pengetahuan tentang TI bukan segalanya dalam konteks ilmu sistem informasi
akuntansi. Diperlukan pemahaman lainnnya seperti database, pelaporan yang baik,
pengendalian, business operation, pemrosesan transaksi, pengambilan keputusan
manajemen, pengembangan dan penggunaan sistem, komunikasi, dan pemahaman
prinsip akuntansi dan audit.
Penerapan Teknologi Informasi Dalam Akuntansi
Perkembangan
Teknologi Informasi (TI) yang berkembang dewasa ini memberikan banyak kemudahan
pada berbagai kegiatan bisnis karena sebagai sebuah teknologi yang menitik
beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat
memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu,
relevan, dan akurat. Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan
perkembangan peradaban manusia.
Perkembangan
TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang – bidang lain,
seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Kemajuan TI juga
berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi yang kegiatannya tidak
terlepas dari teknologi informasi tersebut. Semakin maju TI semakin banyak
pengaruhnya pada bidang akuntansi. Perkembangan teknologi informasi, terutama
pada era informasi berdampak signifikan terhadap sistem informasi akuntansi
(SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yang dirasakan secara nyata adalah
pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual ke sistem komputer.
Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan
kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan terpengaruh.Perkembangan
akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan
keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan proses akuntansi akan
mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang
menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Kemajuan TI
juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan software audit memfasilitasi
pendekatan audit berbasis komputer. Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya
banyak berhubungan dengan TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat
dari adanya kemajuan TI dan perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang
bagi akuntan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai
pengetahuan memadai tentang SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya,
akuntan yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit
berbasis komputer akan tergusur posisinya karena tidak mampu memberikan jasa
yang diperlukan oleh klien.
Perkembangan
teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangat signifikan
terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi
dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi.
Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third
Wave (Robert, 1992). Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh
perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis
komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus
dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun
tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari
suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi
informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi
informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan
sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak
berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada
realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi
proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan
laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing
bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan
yang dihasilkan oleh SIA.
Dengan
adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA
berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing
akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses
audit. Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu
audit sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer
(auditing through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with
computer). Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan
system informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri,
pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam computer dianggap
sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut.
Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output
menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka
operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. Salah satu bidang akuntansi yang
banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus
akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya
aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak
bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah
karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak
cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era
teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era
teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat
perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap
tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada
realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan
mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang
menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik
auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan
keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Secara
singkat manfaat IT dalam Akuntansi adalah :
•
Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
•
Bermanfaat (usefull)
•
Menambah produktifitas (Increase productivity)
•
Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
•
Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
Peran
teknologi informasi dalam membantu proses akuntansi dalam perusahaan telah lama
berlangsung. Alasan utama penggunaan IT dalam akuntansi ialah efisiensi,
penghematan waktu dan biaya. Alasan lain termasuk peningkatan efektifitas,
mencapai hasil laporan keuangan dengan benar. Alasan lainnya yaitu ditambah
dengan perlindungan atas aset perusahaan.
Jika
kita gunakan ilustrasi piramida organisasi, tugas akuntansi akan berada pada
level paling bawah yaitu level operasional dan transaksional. Level ini punya
ciri khas yaitu teknis, repetitive, prosedural, standar dan juga dapat membuat
bosan. Contohnya, akuntansi yang menangani transaksi pembelian, penjualan,
pengiriman barang, pembayaran transaksi, penerimaan hasil penjualan, penyusunan
laporan. Ciri khas ini yang menjadi alasan utama mengapa teknologi informasi
sangat berkaitan erat dengan akuntansi. Bahkan, kisah hubungan ini telah
terjadi jauh-jauh hari pada saat komputer masih berbadan besar dan boros tenaga
(mainframe).
Pentingnya Teknologi Informasi dan Manfaat
Teknologi Informasi untuk Akuntan
Akuntan
merupakan orang yang ahli dalam bidang akuntansi. Akuntan pun harus terlibat
dalam menggunakan jaringan komputer. Akuntan membantu mengkonsolidasikan data
melalui jaringan computer menjadi berguna untuk informasi keuangan. Akuntan
juga dapat mengevaluasi control dan langkah-langkah keamanan untuk jaringan.
Pengaruh
TI terhadap SIA sangat penting, maka computer menyediakan:
1.
Pengolahan transaksi dan data lain
2.
Keakuratan dalam perhitungan dan perbandingan dengan data
3.
Biaya rendah pengolahan setiap transaksi
4.
Lebih tepat waktu penyusunan laporan dan keluaran lain
5.
Lebih ringkas penyimpanan data, dengan aksesibilitas yang lebih besar bila
diperlukan
6.
Lebih beragam pilihan untuk memasukkan data dan menyediakan keluaran
7.
Produktivitas yang lebih tinggi bagi karyawan dan manajer, yang belajar
menggunakan
Seorang
Akuntan berfungsi untuk melakukan pengidentifikasian, pencatatan segala
kejadian-kejadian atau transaksi dalam sebuah perusahaan hingga menyajikannya
dalam sebuah laporan keuangan untuk dilaporkan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan. Hal tersebut akan dapat lebih mudah dan cepat disajikan apabila
seorang Akuntan tersebut juga menguasai dalam mengoperasian sebuah program yang
menunjang bagi pengolahan transaksi yang terjadi dalam aktivitas perusahaan,
hingga menjadi sebuah laporan keuangan.

Ada
beberapa program yang dirancang untuk mengoperasikan transaksi di sebuah
perusahaan, seperti MYOB Accounting, Dac Easy Accounting for Windows (DEA),
Sofi, Accpac Simply Accounting, Quicken, Peacthree, Ubs, Crystal Report dan
lain sebagainya. Sebagai contoh, MYOB
Accounting yang merupakan salah satu program untuk akuntansi dengan
berbasis Windows dari MYOB Limited. Produk yang dikeluarkan oleh MYOB antara
lain seperti MYOB Accounting (plus), MYOB Premier Acounting, MYOB Asset Manager
dan MYOB Retail Manager. Software tersebut cocok diterapkan untuk kondisi
bisnis di Indonesia untuk skala kecil maupun menengah. Berbagai keunggulan yang
dimilikinya adalah penggunaan yang relatif mudah dan dapat dikuasai dalam waktu
relatif singkat, menampung transaksi hingga milyaran rupiah, serta
direkomendasi dapat diterapkan pada 105 jenis perusahaan. Begitu pula dengan program
Akuntansi lainnya yang memiliki berbagai kelebihannya masing-masing.Kini
perusahaan menampilkan laporan keuangan dalam sebuah website yang dimiliki oleh
perusahaan tersebut. Maka diperlukan seorang akuntan yang memiliki pengetahuan
dalam mengelola sebuah website.
Dari
contoh diatas, maka seorang akuntan dituntut untuk selalu mengikuti
perkembangan TI demi menunjang aktivitas kerja sehari-hari. Untuk menjadi
seorang akuntan yang mengikuti perkembangan Teknologi Informasi, maka tinggal
menggabungkan antara prinsip-prinsip standar akuntansi yang berlaku, kemudian
mempelajari program yang banyak digunakan saat ini. Juga penggunaan internet
akan membantu mendapakan informasi untuk meningkatkan wawasan sebagai seorang
Akuntan.
Jaringan
komputer pun sangat penting bagi seorang akuntan karena komputer merupakan
jaringan bagian integral dari SIA yang dapat mentransmisikan data dan
informasi. Jaringan ini juga merupakan jaringan yang terkena resiko tinggi
karena akan terkena mudah hilangnya catatan akuntansi yang berharga. Maka untuk
mencegah hilangnya catatan akuntansi diperlukan teknik khusus yang dapat
memastikan bahwa data yang dimasukan akurat. Lalu jaringan khusus sedang
dikembangkan yang dapat melayani pengguna dengan beraneka ragam informasi
keuangan. Mungkin dalam beberapa jaringan pengguna merupakan orang ketiga.
SIA
memiliki keterbatasan yaitu:
1.
Sistem pribadi harus menghabiskan waktu untuk pemeliharaan sistem karena sistem
informasi akuntansi tidak bisa dengan mudah kembali menghadapi perubahan
kondisi bisnis.
2.
Keuangan dan data operasional tidak terintegrasi, karena akan sulit untuk
menghasilkan laporan yang melibatkan keuangan dan informasi yang tidak
melibatkan keuangan.
3.
Pemrosesan transaksi akuntansi sistemyang mengumpulkan data keuangan terfokus
pada klasifikasi akuntansi, mengabaikan "multidimensi" aspek
transaksi, dan data yang diselenggarakan oleh: cerobong asap "pendekatan.
4.
Proses bisnis dan prosedur akuntansi tidak dianalisis dan diperbaiki sebelum
diubah dari manual ke bentuk otomatis. Sebagai hasilnya, dalam efisiensi dari
sistem manual yang hanya diembed dalam sistem otomatis.
5.
Sistem warisan tidak dirancang untuk menghasilkan informasi pendukung keputusan
yang tepat waktu. Data yang diperlukan tidak dapat dengan mudah dan langsung
diakses oleh dan pengguna. Ketika diminta laporan baru, programer komputer
harus menulis program-program baru selama jangka waktu diperpanjang untuk
mengekstrak informasi yang diminta.
Membuat
Laporan Keuangan Dengan Software Akuntansi
(Zahir
Accounting)

Perkembangan teknologi tidak hanya terpaut pada
barang-barang elektronik tetapi juga ia memengaruhi mekanisme pencatatan dalam
wawasan akuntansi. Modernisasi akuntansi memberi perubahan yang amat signifikan
terhadap sistem itu sendiri. Akibatnya efisiensi waktu dielu-elukan amat
menyokong staf dan pengusaha dalam mengambil keputusan bisnis. Dampaknya
kinerja perusahaan dapat diketahui oleh pelbagai pihak sedini mungkin termasuk
publik yang memang tengah ingin berinvestasi pada perusahaan terbuka.
Sisi positif dalam sistem akuntansi kontemporer
setidaknya menciptakan terobosan baru dengan maksud mengajak para staf
akuntansi dan akuntan agar lebih memercayai sistem terpadu yang dirancang
sedemikian rupa keakuratannya. Ini juga sekaligus melenyapkan anggapan bahwa
pencatatan manual bahkan yang sudah terlampau konvensional dengan cara menulis
di atas buku sudah sangat ketinggalan zaman.
Adapun alur yang terbukti sederhana dan mudah
diterapkan untuk membuat laporan keuangan digambarkan dengan penampang berikut
ini :
1. Pembuatan data kerja baru
Tahapan ini memandu
pengguna untuk mengisi identitas perusahaan, periode awal akuntansi, pemilihan
bidang usaha, pembuatan COA standar otomatis, dan pemilihan mata uang.
2. Pengisian data master
Pengguna dengan mudah
mengisi data nama dan alamat, penyesuaian COA, data barang, dll.
3. Pengisian saldo awal
Perusahaan yang sudah
berdiri sebelum menggunakan sistem akuntansi terpadu dapat mengisi saldo awal
akun, piutang usaha, utang usaha, dan persediaan barang.

4. Memasukkan transaksi
Awali dengan memilah
nota-nota transaksi ke dalam kategori transaksi misalnya pembayaran iuran masuk
sebagai transaksi jurnal umum, penjualan masuk sebagai transaksi jurnal khusus,
dsb.Di dalam sistem akuntansi terpadu, pencatatan jurnal umum disediakan dalam
modul khusus misalnya modul Buku Besar. Pengguna cukup mengeklik modul tersebut
dan tampillah fasilitas penginputan jurnal umum. Pilih akun yang sesuai di sisi
debit dan kredit, masukkan nilainya, lalu rekam/ simpan. Semua transaksi sudah
otomatis diposting ke buku besar setelah pengguna mengeklik tombol posting.
Pencatatan pembelian/ penjualan disediakan juga
dalam modul khusus dengan fasilitas yang disajikan lengkap meliputi pengadaan
barang, penawaran harga, pemesanan barang/jasa, pesan hantar, invoicing, retur,
pembayaran utang/piutang, dll.


Jika pengguna akan menyesuaikan persediaan
barang atau mungkin melakukan stock opname, sistem pun menyediakan modul
Persediaan yang di dalamnya terdapat fasilitas pemakaian/ penyesuaian barang,
perakitan, pembongkaran, pemindahan barang antargudang, transaksi konsinyasi,
dll.

Pencatatan transaksi transfer tunai, pembelian
harta tetap, penerimaan modal, pembayaran dengan giro, dll dapat dicatat di
modul Kas & Bank.

5. Pemeriksaan ulang
Periksa kebenaran
data yang telah diinput dari fasilitas alat bantu, misalnya dengan menghitung
ulang saldo akhir akun, hitung ulang saldo akhir persediaan barang, cek jurnal
yang tidak balance, dsb.
6. Tutup Buku Akhir
Suatu software
akuntansi dilengkapi juga dengan fasilitas tutup buku akhir bulan dan tahun.
Ini memungkinkan pengguna tidak perlu lagi menjurnal manual tutup buku,
penyusutan, dsb
7. Laporan Keuangan Terbentuk Otomatis
Cukup mengeklik
tombol posting di setiap transaksi atau secara massal, transaksi masuk ke buku
besar secara otomatis. Dengan demikian, buku besar pembantu, laporan keuangan,
dan laporan pembantu pun terbentuk secara otomatis pula.
Begitu mudah bukan? Kecanggihan teknologi
membawa kita ke era yang lebih cepat namun tetap akurat dalam urusan pembukuan
akuntansi. Laporan keuangan dapat segera menyajikan informasi yang relevan
sehingga staf dan pengusaha tidak lagi memikirkan deadline. Laporan Keuangan bukan
masalah sebab semua jadi mudah berkat sistem akuntansi terpadu kontemporer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar